Posisi
Home > BERITA > Utamakan Pencegahan Korupsi, Kejari Blitar laksanakan Penerangan Hukum di RSUD Srengat Blitar

Utamakan Pencegahan Korupsi, Kejari Blitar laksanakan Penerangan Hukum di RSUD Srengat Blitar

Kejari Blitar – Dalam rangka pencegahan dan pengetahuan masalah hukum di lingkungan RSUD Srengat Kabupaten Blitar, Kejaksaan Negeri Blitar kembali melaksanakan kegiatan penerangan dan penyuluhan hukum di  wilayah hukum Blitar, Kamis (21/04/2022).

Bertempat di aula RSUD Srengat Jl. Raya Dandong Kec. Srengat Kabupaten Blitar, pada Kamis 21 April 2022 dilaksanakan kegiatan penerangan hukum dengan tema “Pencegahan Tindak Pidana Korupsi Pengadaan Barang dam Jasa Badan Layanan Umum Daerah (BLUD)”. Dihadiri oleh seluruh Tim Manajemen dan Struktural di RSUD Srengat Blitar.

Narasumber pada kesempatan tersebut adalah Bapak Erry Pudyanto Marwanto, SH.MH. selaku Kepala Kejaksaan Negeri Blitar, dan Bapak Windhu Sugiarto, SH.,MH. Kasi Intelijen Kejaksaan Negeri Blitar.

Acara yang dimulai pukul 10.00 tersebut dibuka secara langsung oleh Direktur RSUD Srengat, dr. Hadi. Dalam sambutannya, Beliau menyampaikan bahwa penerangan hukum di RSUD Srengat ini dalam rangka penguatan SDM dan wawasan bagi tim manajemen.  Agar memahami tentang hukum, peraturan dan perundang-undangan yang berlaku. Diharapkan dengan adanya penerangan hukum dari Kejari Blitar ini, tim manajemen RSUD Srengat dapat memanfaatkan dengan baik agar dapat bekerja sesuai peraturan dan menghindari terjadinya pelanggaran hukum

Bapak Erry Pudyanto Marwanto, SH.,MH. Kepala Kejaksaan Negeri Blitar dalam pemaparanya menyampaikan bahwa dalam penanganan tindak pidana korupsi, sesuai amanat Undang-undang Kejaksaan berwenang melakukan penyelidikan, penyidikan, penuntutan, sampai pada tahap eksekusi. Dalam pemberantasan korupsi Kejaksaan akan mengedepankan tindakan pencegahan. Salah satunya adalah melalui kegiatan penerangan hukum ini dalam rangka mengedukasi masyarakat/lembaga untuk lebih memahami tentang hukum.

Lebih lanjut Beliau menyampaikan bahwa “Tindak pidana korupsi memiliki konsekuensi hukum yang sangat berat. Didalamnya diatur bahwa apabila seseorang tersebut tetap dapat menjadi tersangka korupsi meskipun tidak menikmati hasil korupsi, karena akibat perbuatannya bisa menguntungkan orang lain yang merugikan negara”, jelasnya.

Menutup pemaparan, Kajari Blitar berpesan bahwa “Pasca penerangan hukum ini, bapak ibu semua dapat mengerti tentang hukum dan mengerti akan peraturan yang berlaku. Apabila terdapat keraguan-raguan, Kejaksaan akan siap 24 jam hadir untuk memberikan pelayanan konsultasi hukum”.

Pada sesi kedua, Narasumber adalah Bapak Windhu Sugiarto, SH.,MH. Kasi Intelijen Kejaksaan Negeri Blitar yang mengupas secara lengkap tentang tugas pokok fungsi (tupoksi) Kejaksaan, dilanjutkan dengan paparan tindak pidana korupsi yang dimulai dari terminology korupsi hingga bagaiman penindakan dalam rangka memberantas tindak pidana korupsi.

Dalam pemaparan yang lebih lengkap, Beliau juga membahas bagaimana pengelolaan manajemen keuangan yang ada pada Badan Layanan Umum seperti Rumah Sakit Umum Daerah Srengat. Semoga pemaparan tentang Pencegahan Tindak Pidana Korupsi Pengadaan Barang dam Jasa Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) di RSUD Srengat ini dapat memberikan pencerahan terhadap aturan yang harus dipatuhi. “Kami All out mendukung Perintah Bapak Kajari untuk siap 24 jam memberikan pelayanan konsultasi hukum apabila diperlukan,”jelasnya.

Top